Ariel Numpang Nulis

Ikut Andil Dalam Demokrasi Jangan Golput

3 Dec 2015 - 12:07 WIB

Indonesia akan kembali menggelar Hajatan Demokrasi secara serentak di suluruh Indonesia tepatnya pada hari Rabu Tanggal 9 Desember 2015, Seluruh kota akan melakukan PILKADA ( Pilihan Kepalah Daerah ). Perbedaanya PILKADA kali ini di laksanakan serentak dan akan menjadi hari libur bagi pekerja untuk mengurangi angka Golput di masing-masing daerah pemilihan.

Kita sebagai Rakyat yang bijak akan ikut andil dalam Hajatan Demokrasi tersebut dengan memilih calon kepalah daerah kita bukan GOLPUT, Satu suara kita menentukan kemakmuran hajat hidup orang banyak yang ada di ruang lingkup kepemimpinan kepalah daerah yang kita pilih.

Golput adalah metode orang-orang picik dan pengecut menurut saya, karena apa? Apabilah Kepalah Daerah yang mereka pilih ternyata menyeleweng mereka akan dengan gampangnya menjawab “Aku Tidak Memilih”. Dan mereka akan menghujat habis-habisan orang-orang yang memilih coba bayangkan andaikan si Golput itu memilih kepalah daerah yang di anggapnya bagus kemungkinan besar pemimpin kepalah daerah yang terpilih bukanlah yang menyeleweng.

 

Marilah kita bersama-sama menggunakan Hak suara kita untuk menetukan peemimpin daerah kita agar semakin makmur dan sentosa daerah yang kita singgahi, Menjalankan Demokrasi pada tatanan Negara kita adalah hak dan kewajiban kita sebagai Warga Negara Yang baik dan bijak.

Memilih suatu pemimpin kita harus melihat sedikit banyak review calon pemimpin daerah kita diantaranya :

1. Riwayat Hukum Calon Pemimpin Kita

2. Sepak Terjang di Belantika Politik

3. Partai Pengusung

4. Orang-Orang di balik Layar mereka

5. Prestasi yang di berikan untuk daerah kita

Jangan sampai kita salah dalam melakukan pemilihan karena akan berdampak sangat lebar bagi kesinambungan Daerah Kita selama beberapa tahun masa jabatan kepalah daerah, Dengan melakukan pantauan dan penilaian dari masing-masing calon di harapkan kita tidak salah memilih bukan di menilai dari besaran isi dari Amplop serangan Fajar.

Jangan hancurkan masa depan daerah kita dengan iming-iming lembaran rupiah yang pada akhirnya kita semua akan sengsara selama sang penyebar lembaran itu memipin daerah kita, Sudah sering sekali kita dengar dan tonton para pemimpin daerah yang mengeruk APBD untuk masuk ke pundi-pundi celengan semar mereka untuk mengembalikan biaya yang di keluarkan saat kampanye pencalonan dirinya.

Bahkan mereka melupakan apa yang sudah mereka janji-janjikan selama kampanye. Maka dari itu jadilah pemilih yang cerdas dengan memberikan hak suara kita kepada pemimpin yang mempunyai minimal 5 Kereteria yang sudah saya sebutkan di atas.

Mari mewujudkan Demokrasi yang cerdas dan aman dengan memberikan Hak Suara kita di TPS yang sudah di sediakan di daerah anda masing-masing, Bukan menjadi pengecut dengan ikut andil penambahan angka Golput pada hajatan Demokrasi yang di selenggarakan oleh Negara Tercinta kita ini.


TAGS   peristiwa /


Author

Belajar Menjadi Orang Yang Berguna Bagi Orang Lain

Tulisan Terbaru