Ariel Numpang Nulis

Selamatkan Anak Indonesia Dari AIDS

2 Dec 2015 - 09:57 WIB

Pada tanggal 1 Desember 2015 kemarin di peringati hari AIDS sedunia di mana banyak sekali siswa-siswi SMA/K turun ke jalan dengan membentangkan spanduk untuk berkampanye mengajak semua elemen masyarakat untuk mengurangi penyebaran Virus mematikan yaitu HIV dengan tidak lagi melakukan hubungan Sex secara bebas.

Dengan berkembang nya Zaman perubahan dari remaja Jadul menjadi Remaja kekinian semakin membuat kita prihatin banyak kasus-kasus yang menimpa adik-adik kita yang masih duduk di bangku SMP sudah melakukan Sex dengan bebas nya, Bahkan mereka tanpa malu mempertontonkan Adegan yang mereka lakukan ke media khalayak Ramai.

Semakin maraknya Sex bebas membuka peluang bagi penderita AIDS semakin banyak, Gebrakan demi Gebrakan di lakukan oleh pemerintahan baik itu pusat maupun Daerah dengan melakukan penutupan lokalisasi-lokalisasi yang menyumbangkan 90% penularan penyakit AIDS. Sudah sepatut nya kita mulai dari diri kita sendiri dan orang-orang terdekat kita untuk melakukan tindakan pencegahan penyebaran Virus HIV yang di mana sampai sekarang belum ditemukan obat yang bisa membasmi Virus tersebut.

Marilah kita sama-sama menghentikan Sex bebas yang di mana Virus HIV penularan tercepat nya melalui hubungan yang bergonta ganti pasangan, Kita cegah dan kita selamatkan anak-anak yang ada di sekitar kita untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan penularan dan meningkatnya penderita penyakit AIDS.

Penyakit HIV AIDS bisa jadi adalah momok menakutkan bagi sekian banyak orang yang ada di Bumi. Masyarakat seakan tidak menyadari tentang bahaya AIDS itu sendiri. Sejatinya, Virus HIV bisa menyerang siapa saja, tanpa pandang bulu, suku dan ras mana pun. Dari data yang diperoleh, penderita dengan HIV dan AIDS tiap tahun terus bertambah banyak. Sangat ironis sekali ketika hal itu terjadi, mengingat sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit itu.

Di luar negeri, tentu telah banyak dilakukan penelitian oleh banyak Ilmuan guna menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit HIV AIDS. Namun sampai saat ini belum terdapat cukup bukti jika obat itu telah berhasil diciptakan, dan berhasil menyembuhkan pasien AIDS. Dengan kata lain, sama sekali belum ada obat yang mampu menyembuhkan AIDS.

Tentu bukan hanya sebatas kata “sadar”, yang terpenting adalah turut serta melakukan upaya agar wabah AIDS tidak semakin bertambah banyak. Kita tau, terdapat dua hal penting yang paling dirasakan pada penderita HIV AIDS, terutama di Indonesia, yaitu dari segi Materi dan sisi Psikologi.

Dua hal tersebut tentu paling banyak mendapat perhatian dari berbagai pihak. Seseorang yang divonis AIDS tentu tidak bisa mendapat penghasilan ketika virus tersebut mulai menggerogoti tubuhnya. Kemudian dari sisi psikologis penderita, mereka para penderita HIV AIDS pasti akan merasa terkucil, meskipun tidak semuanya, banyak dari penderita akhirnya mengalami gangguan psikologis dan akhirnya menarik diri dari masyarakat (Isolasi Sosial). Dari sisi lingkungan masyarakat, bila Anda kenal atau mengetahui jika di sekitar tempat tinggal Anda ada penderita dengan HIV AIDS, apa yang Anda lakukan? Apakah Anda selalu menjauhinya? Atau sebaliknya, apakah Anda bersikap biasa saja layaknya Anda memperlakukan orang-orang disekitar Anda? Jawabannya ada dalam benak kita masing-masing.

Hal-hal seperti itulah yang mungkin menjadi landasan yang kuat untuk menimbulkan kesadaran tentang wabah AIDS. Saat ini, Penyakit HIV AIDS mungkin memang belum bisa disembuhkan, akan tetapi minimal bisa untuk dicegah agar tidak semakin bertambah banyak. Tentu dengan edukasi atau pendidikan kesehatan (Penkes) terhadap seluruh lapisan masyarakat mengenai penyakit AIDS, baik itu definisi, cara penularan, dan efek yang ditimbulkan dari HIV dan AIDS. 

“Bersama-sama mencegah penularan penyakit AIDS dengan setia pada pasangan”


TAGS   peristiwa /


Author

Belajar Menjadi Orang Yang Berguna Bagi Orang Lain

Tulisan Terbaru

Komentar Pembaca

Pilihan Bacaan

Archive