Ariel Numpang Nulis

Meningkatkan Performa Motor Matic

2 Nov 2015 - 13:32 WIB

Seorang bikers yang memiliki tunggangan motor pasti selalu saja merasa kurang puas dengan performa tunggangan tersebut, terutama bagi yang memakai kendaraan matic. Akan tetapi, tidak semua pengguna motor matic mau memodifikasi mesin nya dengan berbagai alasan, seperti takut nantinya akan bermasalah atau mogok.

Sebenarnya banyak sekali cara atau tips meningkatkan performa motor matic tersebut baik dari segi penampilan luar atau pun penampilan mesin. Memodifikasi penampilan luar bisa dilakukan dengan cara mengganti atau merubah stripping standar menjadi stripping variasi. Sementara memodifikasi penampilan mesin atau dengan istilah “mengorek mesin” agar memiliki performa yang lumayan bagus bisa dengan memperhatikan V-belt dan roller nya.

Perubahan pada bagian roller ini ternyata bisa meningkatkan performa kendaraan, karena roller mempunyai peranan penting untuk meningkatkan performa variator. Bentuk, bahan, dan berat roller juga menjadi penunjang performa tarikan motor.

 

Bentuk roller harus berbentuk bundar karena hal tersebut akan mempermudah pergerakan variator. Jika bentuk roller dimungkinkan tidak bundar lagi, maka sudah saatnya Anda mengganti roller tersebut.

Bahan yang dipakai pada roller biasanya dari bahan teflon karena bahan ini mempunyai sifat tahan panas, keras, dan licin.

Roller sebenarnya mempunyai sistem kerja yang hampir sama dengan Gear set pada motor yang memakai sistem penggerak rantai. Sedangkan motor matic memakai v-belt untuk menggerakkan roda melalui perputaran kruk as roda.

Roller ternyata sangat berpengaruh terhadap perubahan variable dan variator yang berujung terhadap meningkatnya performa motor matic, sehingga peningkatan dapur pacu harus dilakukan agar mendapatkan akselarasi dan top speed. Kedua hal tersebutlah yang akan dihadapi ketika meng otak-atik roller.

Akselarasi dengan roller ringan akan menjadi pilihan yang baik jika Anda sering melakukan perjalanan dalam kota, menghadapi kemacetan, jarak tempuh yang dekat, dan kondisi stop and go atau ‘merayap’. Sebagai contoh, jika Anda memakai roller  dengan berat standar 13 gram lalu merubah menjadi 12 gram, maka Anda akan merasakan sensasi akselarasi tersebut.

Akan tetapi, bila Anda sering menempuh perjalanan yang cukup jauh atau mungkin tour ke daerah-daerah yang jauh, maka top speed menjadi pilihan yang cocok untuk dipakai. Caranya Anda bisa mengganti roller  dengan  berat standar menjadi 14 gram. Performa ini banyak diterapkan pada motor matic seperi Honda Vario, Beat, dan Yamaha Mio.

Fungsi roller yang tidak optimal biasanya juga bisa dipengaruhi karena roller kotor, sehingga membersihkan roller  juga diperlukan. Pembersihan roller ini bisa dilakukan dengan memakai bensin dan kuas sehingga debu dan kotoran yang menempel hilang.

Bentuk roller yang tidak bulat lagi karena seringnya motor dioperasikan juga bisa menjadi pengaruh terhadap kinerja rollerRoller seperti ini harus diganti yang baru karena dapat berpengaruh pada kinerja V-belt dan bagian-bagian lain pendukung perputaran roda.


TAGS